Ayah bunda, beberapa makanan dan minuman dapat meningkatkan risiko artritis atau memperburuk gejala, misalnya, makanan olahan dan minuman manis. Namun sebenarnya masih ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita rheumatoid arthritis, apa saja? Simak pada artikel berikut.
1. Gula tambahan memperburuk rheumathoid arthritis
Semua orang bisa mendapatkan manfaat dari membatasi asupan gula, terutama bagi mereka yang menderita radang sendi. Gula tambahan ditemukan dalam permen, soda, es krim, dan berbagai makanan lain, termasuk saus barbekyu, saus salad, dan saus tomat.

Menurut National Library of Medicine, sebuah penelitian yang melibatkan 217 orang dengan RA, para partisipan mencatat bahwa di antara 20 makanan, soda dan makanan penutup adalah makanan yang paling banyak mengandung gula, sehingga paling cepat memperburuk gejala Rheumatoid Arthritis (RA).
2. Daging olahan dan daging merah
Beberapa penelitian mengaitkan daging merah dan daging olahan dengan peradangan, yang dapat meningkatkan gejala artritis. Sebuah penelitian di biomedcentral.com yang diterbitkan pada tahun 2022 menemukan hubungan antara risiko RA dengan konsumsi daging olahan.
Daging olahan memiliki lebih banyak pemicu RA, hal ini karena biasanya produk daging olahan ditambahkan dengan pengawet atau zat aditif lain dapat memicu peradangan. Daging yang digoreng juga dapat menghasilkan reaksi inflamasi hingga kerusakan jaringan karena mengandung AGEs (Advanced Glycation End-products) tinggi.
Orang yang makan banyak daging olahan dan daging merah mungkin memiliki kadar interleukin-6 (IL-6), protein C-reaktif (CRP), dan homosistein yang lebih tinggi. Ini adalah tanda adanya peradangan.

3. Gluten adalah protein yang memicu rheumathoid arthritis
Gluten adalah sekelompok protein dalam gandum, barley, gandum hitam, dan sereal lainnya. Beberapa penelitian telah mengaitkannya dengan peningkatan peradangan dan menunjukkan bahwa bebas gluten dapat meringankan gejala radang sendi.
Orang dengan penyakit celiac juga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena RA dibandingkan mereka yang tidak memiliki penyakit celiac.
Berdasarkan penelitian ini, ilmuwan telah menyarankan bahwa pola makan vegan bebas gluten dapat mengurangi aktivitas penyakit dan memperbaiki peradangan.
4. Makanan yang terlalu banyak diproses
Sereal sarapan, dan makanan yang dipanggang – cenderung mengandung biji-bijian olahan, gula tambahan, pengawet, fruktosa, dan bahan-bahan lain yang berpotensi menyebabkan peradangan, yang semuanya dapat memperburuk gejala artritis.
Makanan yang terlalu banyak diproses atau ultra-processed items – seperti makanan cepat saji.

Terlebih lagi, dalam sebuah penelitian pada 56 orang dengan RA, mereka yang mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan faktor risiko penyakit jantung, termasuk kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) yang lebih tinggi, penanda jangka panjang untuk kontrol gula darah.
5. Minyak nabati tertentu
Makanan tinggi lemak omega-6 ternyata dapat memperburuk gejala nyeri lutut pada penderita Osteoarthritis (OA) dan Rheumatoid Arthritis (RA). Hal ini ditulis oleh National Library of Medicine. Beberapa makanan tinggi kadar omega-6 antara lain margarin, mentega, dan minyak goreng seperti jagung dan safflower.
Lemak-lemak ini diperlukan untuk kesehatan, tetapi ketidakseimbangan dapat meningkatkan risiko peradangan.
Di sisi lain, rendah omega-3 juga memperburuk kondisi artritis. Omega-3 terdapat pada ikan berminyak, biji-bijian berminyak, dan sayuran hijau.
Tip: Jika ayah bunda harus mengonsumsi omega-6, imbangi dengan konsumsi omega-3 dengan meningkatkan asupan ikan berlemak. Hal ini untuk membantu mengoptimalkan rasio omega-6 dan omega-3. Selain itu, gunakan minyak zaitun sebagai minyak dengan kandungan omega-6 yang rendah.
6. Makanan tinggi garam
Jika ayah bunda menderita radang sendi sebaiknya segera kurangi asupan garam. Makanan tinggi garam ini termasuk sup kalengan, pizza, keju tertentu, daging olahan, dan banyak makanan olahan lainnya.
Penelitian National Institute of Health juga menunjukkan bahwa asupan natrium yang tinggi dapat menjadi faktor risiko penyakit autoimun seperti radang sendi pada manusia. Hal ini karena garam dapat merangsang proses imunologis yang menyebabkan peradangan dan asupan natrium yang tinggi juga erat kaitannya dengan peningkatan risiko RA.
Sebagai salah satu penyakit auto imun, Rheumatoid Arthritis memang tidak dapat disembuhkan secara total, namun dengan mempertahankan gaya hidup sehat dan mengendalikan asupan makanan, kekambuhan penyakit ini dapat ditekan dengan optimal.***
Baca juga: Sakit Kepala? Redakan dengan Pijat di 4 Titik Akupresur Ini