You are currently viewing Apa Itu Vasektomi? Ini Efektivitas, Risiko, dan Peluang Pembalikannya

Apa Itu Vasektomi? Ini Efektivitas, Risiko, dan Peluang Pembalikannya

Ayah Bunda, Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menyampaikan usulan kontroversial: menjadikan vasektomi sebagai syarat untuk menerima bantuan sosial (bansos). Gagasan ini langsung menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menilai positif karena dianggap bisa membantu mengendalikan pertumbuhan penduduk, tapi banyak pula yang menganggapnya melanggar hak individu dan tidak etis.

Ada baiknya kita mengenal dulu apa itu vasektomi, efektifitas, serta kelebihannya dari metode kontrasepsi lain dan risikonya dari sisi medis.

Apa Itu Vasektomi?

Vasektomi adalah prosedur bedah minor yang bertujuan untuk menghentikan sperma agar tidak keluar bersama air mani (semen). Caranya adalah dengan menutup atau memotong saluran vas deferens, yaitu saluran yang mengantarkan sperma dari testis ke uretra.

Prosedur ini bersifat permanen dan menjadi salah satu metode kontrasepsi jangka panjang untuk pria. Vasektomi tidak memengaruhi hormon, dorongan seksual, atau kemampuan pria untuk ereksi dan ejakulasi. Hanya saja, air mani yang dikeluarkan setelah prosedur ini tidak lagi mengandung sperma.

Mengapa Pria Memilih Vasektomi?

Banyak pria memilih vasektomi karena ingin memastikan tidak memiliki anak lagi. Beberapa melakukannya demi melindungi kesehatan pasangan yang mungkin berisiko tinggi jika hamil. 

Vasektomi juga sering dipilih oleh pasangan yang ingin berbagi tanggung jawab dalam hal kontrasepsi. Juga untuk menghindari efek samping kontrasepsi hormonal untuk wanita (seperti pil KB dan suntik KB) atau kontrasepsi non-hormonal untuk wanita seperti IUD.

Apa yang Akan Dialami Pria Setelah Prosedur Ini?

Setelah prosedur, testis tetap memproduksi sperma. Namun karena saluran vas deferens telah diputus, sperma tidak keluar dari tubuh dan akhirnya akan diserap kembali oleh tubuh, sebagaimana sel-sel tubuh lainnya.

Dikutip dari Cleveland Clinic, vasektomi tidak memengaruhi produksi testosteron, tidak menurunkan gairah seksual, dan tidak menyebabkan gangguan pada fungsi ereksi maupun ejakulasi.

Apa Keunggulan Vasektomi?

Sebagai metode kontrasepsi, vasektomi memiliki keunggulan berikut:

  • Lebih aman dan sederhana dibandingkan kontrasepsi permanen untuk wanita (ligasi tuba)
  • Lebih efektif mencegah kehamilan
  • Prosedurnya cepat, biasanya hanya 15 menit
  • Tidak memerlukan rawat inap
  • Biaya lebih murah dalam jangka panjang
  • Membebaskan pasangan dari beban kontrasepsi harian

Seberapa Efektif Dibandingkan Prosedur Kontrasepsi Lain?

Secara umum, vasektomi sangat efektif. Tingkat kegagalannya berada di bawah 1%. Meski demikian, tetap disarankan untuk menggunakan kontrasepsi tambahan hingga tenaga medis memastikan tidak ada sperma dalam air mani, biasanya 2–3 bulan setelah prosedur.

Bagaimana Masa Pemulihannya?

Pasien biasanya bisa pulang pada hari yang sama. Pemulihan umumnya berlangsung selama satu minggu. Aktivitas berat, termasuk olahraga atau mengangkat beban lebih dari 4,5 kg, sebaiknya dihindari selama beberapa minggu.

Hindari aktivitas seksual apapun selama tujuh hari pertama dan gunakan metode kontrasepsi cadangan sampai dokter memastikan air mani sudah bebas dari sperma.

Apa Risiko Vasektomi?

Meski tergolong aman, prosedur ini tetap memiliki beberapa risiko, antara lain:

  1. Nyeri (sangat jarang, sekitar 1–2%)
  2. Granuloma sperma (benjolan kecil karena kebocoran sperma, biasanya tidak berbahaya)
  3. Kongesti skrotum (rasa tidak nyaman yang biasanya hilang dengan sendirinya)

Infeksi dan pembengkakan juga bisa terjadi, tapi sangat jarang dan umumnya ringan.

Apakah Vasektomi Bisa Gagal?

Dalam kasus yang sangat jarang, vas deferens bisa tersambung kembali secara alami (rekanalisasi), bahkan bertahun-tahun setelah prosedur. Karena itu, penting untuk menjalani analisis sperma pasca vasektomi untuk memastikan efektivitasnya.

Apakah Vasektomi Bisa Dibalikkan?

Bisa, tetapi tidak dijamin berhasil. Prosedur pembalikan vasektomi disebut vasovasostomi. Keberhasilannya bergantung pada banyak faktor, seperti lama waktu sejak prosedur kontrasepsi ini dilakukan, usia pasangan, dan kondisi kesuburan sebelumnya.

Tingkat keberhasilan kehamilan setelah pembalikan berkisar antara 30% hingga lebih dari 90%, tergantung kondisi masing-masing pasangan dan keahlian dokter bedah.

Ini adalah pilihan kontrasepsi yang aman dan efektif bagi pria. Namun, keputusan untuk menjalani vasektomi harus dipertimbangkan matang, didiskusikan bersama pasangan, dan dikonsultasikan dengan tenaga medis.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Isi artikel bukan pengganti nasihat medis profesional. Untuk diagnosis dan pengambilan keputusan medis, konsultasikan langsung dengan tenaga kesehatan yang kompeten.***

Sumber: Cleveland Clinic, dan Mayo Clinic

Baca Juga: Berkenalan dengan Bahasa Cinta: Arti Penting Kata, Waktu, dan Hadiah dalam Cinta

Leave a Reply