Hidup tidak selalu dijalani dengan mulus dan semua serba indah. Pasti ada hari-hari dimana kita bisa menjadi kritikus terburuk bagi diri kita sendiri. Rasanya seperti ada komentator yang terus menerus mengomentari negatif setiap hal yang Anda lakukan. Negative self-talk ini adalah sebuah monolog dalam pikiran kita, yang jika kita terhanyut akan menjadikannya toksik.
Dan jika dilakukan secara konsisten maka dapat negative self-talk tak hanya berdampak negatif pada kesehatan mental dan hubungan Anda dengan diri Anda sendiri bahkan pada kebiasaan Anda sehingga pada akhirnya akan mengganggu hubungan Anda dengan orang lain.
Melansir dari clevelandclinic.org, Psikolog Lauren Alexander, PhD, menjelaskan apa itu pembicaraan diri yang negatif dan bagaimana cara mengendalikannya.
Apa Itu Negative Self Talk?
Anda mungkin bertanya-tanya apakah negative self-talk selalu berbahaya? Belum tentu, tetapi negative self-talk yang dilakukan terus-menerus akan merusak diri Anda.
Kita semua adalah manusia yang sangat mungkin membuat kesalahan. Kita semua pernah merasa sedih atau jengkel pada diri kita sendiri. Sesekali berkata “Ah, bodoh sekali saya” atau “Mengapa saya melakukan itu ya?!”.
Dr Lauren mengatakan, “Setiap orang, pada suatu saat pasti pernah melakukan negative self-talk. Mungkin mereka menyebut diri mereka sendiri dengan nama tertentu atau semacamnya. Jika hanya sesekali maka tidak akan berdampak besar pada Anda. Namun akan berbahaya adalah ketika monolog negatif ini dilakukan terus-menerus negatif.”
Contoh-contoh Negative Self Talk
Negative self-talk lebih dari sekadar merasa rendah diri. Memang setiap orang terkadang merasa kalah, namun itu adalah bagian alami dari kehidupan. Penting untuk menyadari dan mengetahui kapan Anda melakukan kesalahan. Namun jika monolog negatif itu diulang terus menerus dalam diri Anda, maka akan lebih banyak dampak negatifnya daripada dampak positif.
Beberapa contoh monolog negatif antara lain:
“Saya tidak bisa melakukan apapun dengan benar. Saya seharusnya tidak mencoba.”
“Tidak ada yang menyukaiku, aku harus berhenti mencari teman.”
“Saya tidak menyukai apa pun tentang diri saya.”
“Aku sangat bodoh.”
Jika Anda sering terlibat dalam percakapan batin semacam ini (baik hanya dalam pikiran atau benar-benar mengatakannya dengan lantang kepada orang-orang di sekitar Anda) pembicaraan negatif Anda dapat memengaruhi kesehatan mental Anda.
Apa Bahayanya Negative Self-talk?
Berikut ini adalah beberapa bahaya nyata jika Anda terjebak dalam pikiran negatif terhadap diri sendiri:
- Memperburuk kecemasan atau depresi: Negative self-talk dapat menambah atau mengintensifkan depresi atau kecemasan yang sedang Anda alami. Terlebih lagi, monolog negatif yang Anda tujukan pada diri Anda dapat menjadi menyebabkan jarak antara Anda dengan sistem pendukung Anda. “Orang-orang yang terlibat dalam negative self-talk jauh lebih mungkin untuk menarik diri dan mengisolasi diri mereka sendiri,” jelas Dr. Lauren. “Kesendirian dan rasa tidak memiliki sistem pendukung dapat menjadi faktor risiko besar untuk depresi dan kecemasan, bahkan bunuh diri.” lanjutnya.
- Merusak hubungan Anda dengan orang lain: Meskipun melampiaskan emosi itu penting, tetapi pelampiasan emosi yang berlebihan juga dapat menimbulkan trauma kepada teman dan keluarga sehingga hal ini dapat berdampak pada hubungan Anda.
- Negative self talk dapat melukai harga diri Anda: Anda dapat mengembangkan rasa rendah diri karena terlalu banyak pikiran negatif di kepala Anda. Semakin Anda menyalahkan diri sendiri karena tidak melakukan sesuatu dengan benar, semakin kecil rasa percaya diri Anda untuk mencoba lagi. “Anda akan menuai apa yang Anda tabur,” kata Dr. Lauren “Jika yang ada di pikiran Anda hanyalah hal-hal negatif, tentu saja hal itu akan terus memengaruhi suasana hati Anda. Jadi, Anda harus mulai mempraktikkan berbagai cara untuk berbicara dengan baik kepada diri sendiri.” tuturnya.
3 Cara Mengatasi Negative Self-talk
Tapi bagaimana cara memutus siklus mengkritik diri sendiri? Ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihentikan karena orang yang paling sering Anda habiskan bersama Anda adalah diri Anda sendiri. Namun ada beberapa cara untuk memutus siklus negative self-talk.
1. Cobalah berpikir netral
Anda mungkin berpikir bahwa penangkal yang sempurna untuk mengatasi negative self-talk adalah positive self-talk. Namun, untuk menuju ke arah itu tidak mudah, bahkan terasa sebagai sebuah lompatan yang terlalu besar bagi sebagian orang. Sebenarnya, kunci untuk bersikap lebih baik pada diri sendiri tidak harus dengan memuji diri sendiri – terutama jika hal itu tidak terasa tulus. Karena berbicara dengan diri Anda sendiri, tentunya Anda mengetahui pujian itu tulus atau tidak, dan tentunya diri Anda tidak memerlukan pujian yang tidak tulus.
Sebelum mampu mempraktekkan positive self-talk dengan tulus, cobalah berpikir netral. Ubahlah pikiran Anda dari yang negatif menjadi versi yang lebih realistis dan seimbang dari apa yang Anda pikirkan.
“Kemudian setelah beberapa waktu, Anda dapat mulai beralih ke pemikiran yang lebih positif dengan menyoroti beberapa atribut positif Anda, hal-hal yang Anda lakukan dengan benar,” tutr Dr. Lauren “Setelah itu, mulailah menabur cara berpikir yang berbeda, perlahan tapi pasti. Hal ini tentunya membutuhkan waktu.” lanjutnya.
2. Ulangi, ulangi, ulangi
Cara terbaik untuk membentuk kebiasaan sehat adalah melalui pengulangan karena kebiasaan tidak akan berubah dalam semalam.
“Sesuatu yang diulang-ulang pada akhirnya akan tertanam dalam pikiran Anda, hal ini yang terjadi baik jika Anda berpikir negatif atau positif” kata Dr. Lauren. Sehingga, ketimbang banyak berpikir negatif, gantilah dengan mengulang pikiran yang lebih netral untuk kemudian menggantikan pikiran negatif.
Menuliskan pikiran yang realistis atau positif juga dapat membantu pikiran-pikiran tersebut bertahan. Apa pun yang membantu menciptakan narasi baru di kepala Anda dapat menyaring pikiran negatif. Sebagai bantuan bagi diri Anda, Dr. Lauren merekomendasikan membuat kartu bertuliskan hal-hal yang netral dan positif agar dapat Anda baca berulang-ulang untuk diri Anda sendiri.
3. Posisikan diri sebagai teman bagi diri kita sendiri
Yang paling dekat dengan kita adalah diri kita sendiri, sehingga untuk mengendalikan negative self talk, Anda juga perlu memposisikan diri Anda sebagai teman yang berbicara lebih ramah terhadap diri Anda.
Orang yang konsisten mengeluarkan pikiran negatif adalah orang yang tidak memiliki empati terhadap dirinya sendiri, inilah yang harus diperbaiki dengan cara menjadikan diri Anda teman yang memiliki empati bagi diri sendiri hingga lama kelamaan negative self-talk dapat dikendalikan seiring rasa empati terhadap diri sendiri muncul.***
Baca juga:
Pingback: Mengapa Saya Merasa Sedih Tanpa Alasan? - Keluarga Pintar Indonesia