You are currently viewing 11 Frasa yang Digunakan Orang dengan NPD untuk Memanipulasi Saat Berdebat

11 Frasa yang Digunakan Orang dengan NPD untuk Memanipulasi Saat Berdebat

Ayah Bunda, berdebat dengan orang lain tidak pernah mudah. Hal ini seringkali menimbulkan perasaan tidak nyaman seperti stres, marah, atau sedih. Namun, meskipun berdebat umumnya tidak nyaman dengan siapa pun, berdebar dengan orang yang memiliki gangguan narsistik atau NPD (Narcissistic Personality Disorder) jauh lebih sulit.

Apa itu Gangguan Narsistik?

Gangguan narsistik bersifat manipulatif dan memiliki keinginan untuk mengendalikan orang lain, sehingga perselisihan menjadi sangat, sangat menjengkelkan, kata Monica Cwynar, seorang pekerja sosial klinis berlisensi di Thriveworks di Pittsburgh, melansir dari Huffington Post.

Namun narsisme memiliki spektrum yang luas, mulai dari narsisme sehat, yang didefinisikan sebagai “rasa diri yang terintegrasi dan harga diri yang sehat,” hingga narsisme patologis dan gangguan kepribadian narsistik,” kata Justine Grosso, seorang psikolog trauma somatik.

“Seseorang dengan ciri-ciri narsistik patologis mungkin memenuhi beberapa tetapi tidak semua kriteria untuk NPD,” tambah Grosso. Kriteria ini meliputi rasa berhak, kurangnya empati, keinginan akan pujian dan kekaguman, memanipulasi orang lain, kesombongan, dan mengagungkan diri, kata Grosso.

Hal yang perlu dicatat, hanya karena Anda memiliki interaksi yang tidak menyenangkan dengan seseorang, itu tidak berarti mereka adalah seorang narsis. Di Amerika, hanya 0,5-5% populasi yang menderita gangguan kepribadian narsisistik (NPD), menurut Manahil Riaz, seorang psikoterapis di Houston dan pemilik Riaz Counseling di Texas. Jadi, meskipun seseorang memiliki sifat-sifat narsistik, seperti egois atau kurang empati, belum tentu mereka menderita NPD, tambah Riaz.

Apa Saja Frasa yang Biasa Dipakai Seseorang dengan NPD Saat Sedang Berkonflik?

Sifat-sifat orang dengan NPD sulit dihadapi pada hari biasa, dan semakin sulit ketika ia sedang berkonflik dengan Anda. Berikut ini adalah beberapa frasa yang biasa mereka gunakan:

1. Gaslighting

Taktik manipulasi ini melibatkan pasangan narsistik yang menyalahgunakan membuat korban meragukan persepsi, ingatan, atau kewarasannya. Saat melakukan gaslighting, orang dengan gangguan narsistik mungkin mengatakan hal-hal seperti, “Kamu hanya membayangkan saja,” atau “Kamu terlalu sensitif.”

Tujuannya adalah untuk membuat Anda meragukan diri sendiri, baik perasaan atau pikiran Anda, hingga kemudian menarik kembali keluhan Anda.

2. Penolakan (Invalidation)  

Orang dengan gangguan narsistik mungkin mengabaikan perasaan dan pengalaman korban selama perdebatan. Mereka mungkin mengatakan, “Kamu berlebihan,” atau “Kamu tidak rasional.”

3. Memutarbalikkan (Blame-Shifting)

Orang dengan NPD mungkin sering menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka dengan mengalihkan kesalahan kepada korban. Ini adalah taktik kontrol yang sering terlihat dalam hubungan abusive, yang kadang-kadang dapat memicu ikatan trauma. Mereka mungkin mengatakan, “Kamu yang membuatku melakukan ini,” atau “Ini salahmu aku jadi seperti ini.”  

Misalnya, saat Anda sedang bertengkar dengan seorang narsis, Anda mungkin akan mendengar mereka mengatakan bahwa Anda lah yang marah, diikuti dengan mengatakan hal-hal yang merendahkan.

Narsisis sering melihat diri mereka sebagai korban, ini karena harga diri yang rapuh, dan kurangnya empati terhadap orang lain. Mentalitas korban ini membuat narsisis percaya bahwa mereka selalu disakiti atau diperlakukan tidak adil oleh orang lain.

Anda mungkin mendengar seorang narsis mengatakan hal-hal seperti, “Aku tidak percaya kamu menyerangku seperti ini. Aku selalu disalahkan untuk segala hal, bahkan ketika itu bukan salahku,” atau “Tidak peduli apa yang aku lakukan, itu tidak pernah cukup bagimu. Aku terus-menerus dikritik dan dihakimi secara tidak adil.”

Menggambarkan diri mereka sebagai korban adalah cara orang narsistik untuk memanipulasi orang lain untuk mendapatkan perhatian, simpati, atau kendali dalam hubungan. Mereka mungkin menggunakan status korban yang mereka rasakan sebagai alat untuk mendapatkan dukungan atau mengalihkan fokus dari perilaku mereka yang bermasalah.

Jika mereka berhasil, mereka dapat mengalihkan kesalahan dan tanggung jawab, dan malah menyalahkan orang atau hal lain.

4. Kritik dan hinaan

Hal yang dapat mereka lakukan juga dengan merendahkan dan mengkritik korbannya, menyerang harga diri mereka, bahkan hingga berdampak pada peningkatan kecemasan atau memperburuk rasa tidak aman yang sudah ada. Mereka mungkin mengatakan hal-hal seperti, “Kamu tidak berguna,” atau “Tidak ada orang lain yang akan mau kamu.”

5. Pujian manipulatif

Orang dengan NPD kadang-kadang menggunakan pujian dan rayuan untuk mendapatkan kendali atau memanipulasi korban. Mereka mungkin berkata, “Kamu satu-satunya yang bisa aku andalkan. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpa kamu,” untuk membuat korban merasa bertanggung jawab dan terikat pada mereka. 

6. Ancaman dan intimidasi

Mereka juga mungkin menggunakan ancaman atau intimidasi sebagai taktik manipulatif untuk menjaga korban tetap di bawah kendali mereka. Mereka mungkin berkata, “Jika kamu pergi, aku akan menghancurkan hidupmu,” atau “Kamu akan menyesal jika pernah menentangku.”

Atau seseorang dengan gangguan kepribadian narsistik bisa juga mengatakan, “Kamu seharusnya tahu aku sedang marah,” sambil mengharapkan kamu memprediksi emosi mereka dan memahami apa yang mereka rasakan tanpa mengkomunikasikan lebih jauh.

Tujuan frasa seperti ini adalah untuk membuat orang lain merasa waspada berlebihan, seolah-olah mereka berjalan di atas telur.

Selain itu, tujuan lainnya adalah menimbulkan perasaan takut, dan bersalah dari para korban NPD.

7. Isolasi

Orang dengan NPD mungkin sering mencoba mengisolasi korban dari teman dan keluarga untuk membuat mereka lebih tergantung, taktik yang dapat mendorong korban menuju mekanisme koping yang tidak sehat. Mereka mungkin berkata, “Mereka tidak benar-benar peduli padamu seperti aku,” atau “Aku satu-satunya yang mengerti kamu.”

8. Memanipulasi rasa kasih sayang

Orang dengan gangguan narsistik dapat memanipulasi kasih sayang, perhatian, atau dukungan demi apa yang mereka inginkan. Mereka mungkin berkata, “Aku hanya akan mencintaimu jika kamu melakukan apa yang aku inginkan,” atau “Kamu harus membuktikan dirimu layak mendapat kasih sayangku.”

Selama konflik, orang-orang narsistik juga cenderung menggunakan manipulasi rasa kasih sayang korban terhadap dirinya. Bahasa ini dimaksudkan untuk mengendalikan agar mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Mereka akan menggunakan bahasa yang kuat seperti:

  • “Jika kamu mencintaiku, [kamu akan melakukan ini untukku] …”
  • “Jika kamu tidak melakukannya, aku mungkin akan menyakiti diriku sendiri …” 
  • “Jika kamu pergi dari sini, maka terbukti kalau kamu tidak pernah mencintaiku.”

Pernyataan seperti ini membuat sulit untuk melawan orang yang sedang bertengkar denganmu, kemungkinan besar membuatmu mundur dan menyerahkan kendali kembali ke tangan mereka.

9. Triangulasi

Narsistik mungkin melibatkan pihak ketiga untuk menciptakan rasa cemburu atau rasa tidak aman pada korban. Mereka mungkin berkata, “Si A berpikir aku luar biasa,” atau “Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti mereka?”

10. Minimisasi kekerasan

Narsis mungkin meremehkan perilaku kasar mereka atau berpura-pura itu tidak pernah terjadi. Mereka mungkin berkata, “Kamu terlalu membesar-besarkan hal ini,” atau “Aku tidak bermaksud menyakitimu.”

11. Ungkapan yang bertele-tele dan tidak menyentuh inti masalah

“Ada konsep yang disebut ‘word salad,’ di mana mereka mungkin mengatakan hal-hal yang tidak masuk akal,” kata Riaz. 

Word salad adalah pernyataan-pernyataan yang tidak terhubung hanya untuk membingungkan Anda. Seperti, ‘Aku melakukan segalanya untuk keluarga ini, kamu duduk di rumah, dan aku memikirkan masa depan dan apa yang bisa kita lakukan lebih baik, dan aku berusaha mendapatkan pendidikan.

Mereka bicara berputar-putar hingga akhirnya, Anda lupa mengapa Anda bertengkar karena percakapan sudah terlalu jauh melenceng.

Catatan Tambahan: Seringkali Tidak Ada Negosiasi atau Kompromi

Saat berdebat dengan orang lain yang tidak memiliki NPD, biasanya ada semacam negosiasi. Mungkin setelah bertengkar soal kebersihan, kamu setuju untuk membuang sampah lebih sering sementara pasanganmu setuju untuk membersihkan meja dapur setelah memasak.

Hal ini tidak berlaku bagi seseorang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik. Negosiasi bukanlah tujuan mereka, karena ia hanya ingin mendapatkan keinginannya. Jadi, jika mereka berdebat dengan Anda, itu karena mereka ingin mengendalikan narasi, mengendalikan situasi, bukan untuk mencapai solusi atau kompromi.

Mengapa Penting Mengenali Frasa Manipulatif Ini?

Mengidentifikasi pattern komunikasi seperti ini memudahkan Anda mempertahankan batasan emosional dan menghadapi manipulasi psikologis dengan lebih sehat. Narsisis biasanya ingin mengontrol situasi dan mereduksi oposisi melalui teknik seperti gaslighting, blame-shifting, dan victim-playing.

Jika Anda sering berinteraksi dengan orang memiliki pola komunikasi seperti ini, baik dalam keluarga, pertemanan, maupun pekerjaan, penting untuk:

  • Menetapkan batasan yang jelas.
  • Menghindari debat panjang.
  • Mendokumentasikan komunikasi jika perlu.
  • Cari dukungan psikologis atau kelompok support.***

Sumber: Charlie Health, Huffington Post

Baca Juga: Dampak Kekerasan Seksual Tak Hanya Psikologis, Tapi Juga Pada Kesehatan Fisik dalam Jangka Panjang

Leave a Reply